• Selasa, 4 Oktober 2022

Wakil Ketua MPR: Upaya Mengganti Pancasila Akan Berhadapan dengan Seluruh Rakyat Indonesia

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 22:27 WIB
Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menghadiri acara sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (24/8/2022).
Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menghadiri acara sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (24/8/2022).

Sambas, Jurnalwarga.id - Wakil Ketua MPR Ahmad Muzani menghadiri acara sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (24/8/2022). Acara ini turut dihadiri Bupati Sambas Satono beserta jajaran Forkopimda setempat, kepala desa, camat dan tokoh masyarakat Sambas.

Pada kesempatan ini Muzani bicara mengenai pentingnya penguatan Pancasila terhadap setiap individu masyarakat Indonesia. Karena Pancasila adalah suatu kesepakatan yang sudah final yang diputuskan oleh para pendiri bangsa Indonesia. 

"Sekarang Pancasila sudah final. Mengganti Pancasila akan berhadapn dengan orang-orang seluruh Indonesia, termasuk akan berhadapan dengan seluruh warga Sambas. Setiap upaya mengganti Pancaisla itu akan berhadapan dengan masyarakat Indonesia dari Aceh sampai Papua," kata Muzani dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Saat Mahfud MD Pertanyakan Mengapa DPR Diam Ketika Kasus Pembunuhan Brigadir J Memanas

Tugas MPR adalah untuk memastikan kehidupan berbangsa dan bernegara tetap pada jalur ideologi negara. Karena Pancasila sebagai ideologi negara telah menjadikan Indonesia kuat dan menjadi bangsa yang merdeka.

"Kita baru saja merayakan 77 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Ikrar proklamasi kita adalah kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Artinya kita sudah berhasil melepas diri dari semua belenggu penjajahan, termasuk produk-produk sistem bernegara di dalam. Kita mengatur diri kita sendiri dalam membangun bangsa dan negara kita," ujar Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra itu.

"Pancasila telah berhasil menjadikan bangsa Indonesia yang beragam menjadi bersatu. Itu yang menjadikan kita kuat, kita diikat oleh kesepakatan para pendiri bangsa kita. Pancasila menyatukan perbedaan," tambah Muzani.

Baca Juga: DPR Tanya Fungsi Keberadaan Kompolnas, Mahfud MD: Kalau Mau Dibubarkan, Bubarkan Saja!

"Di Sambas ada bahasa lokal, tapi tetap bahasa nasionalnya adalah bahasa Indonesia. Begitu pun orang Aceh, Batak, Papua dan semuanya ada bahasa lokal, tapi bahasa nasional, bahasa persatuan kita tetap bahasa Indoensia," kata Muzani.

Halaman:

Editor: Carolus Abraham

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ledakan Di Sukoharjo, Kapolda Jateng: Tak Ada Unsur Teror

Minggu, 25 September 2022 | 23:15 WIB

Jusuf Kalla Dorong Umat Islam Semangat Berwirausaha

Kamis, 25 Agustus 2022 | 19:10 WIB
X